Saya Memulai Kembali
Ada satu momen yang terus menghantui saya selama ini.
Seorang teman berbicara di depan ratusan pengusaha UMKM tentang strategi digital marketing. Antusias. Percaya diri. Ditepuk tangan riuh. Saya duduk di barisan penonton, bertepuk tangan juga.
Yang bikin sesak: teman itu baru lima tahun belajar marketing. Saya sudah lima belas tahun, tapi tidak pernah tampil.
⎯⎯⎯
Saya tidak sedang melebih-lebihkan perjalanan saya.
Sejak SMA, ketika teman-teman berebut masuk IPA karena “lebih bergengsi”, saya memilih IPS — bukan karena tidak mampu, tapi karena sudah tahu mau jadi apa. Masuk Manajemen UB 2012, ambil peminatan pemasaran, lanjut S2 dengan topik yang sama, sampai mencoba S3. Lima belas tahun berkutat dengan teori konsumen, brand positioning, purchase intention, campaign planning.
Tapi teori tidak berbicara sendiri. Dan saya terlalu lama diam.
⎯⎯⎯
Saya merenung, dengan bekal yang sudah pernah saya miliki, kenapa saya tidak mau lebih bermanfaat lagi bagi banyak orang.
Saya punya bekal, mungkin lebih dari cukup. Tapi bekal yang tidak dikeluarkan tidak pernah jadi manfaat. Saya terlalu sibuk memperdalam, terlalu hati-hati untuk berbicara, terlalu menunggu sampai merasa “cukup siap”.
Sementara yang lain sudah berlari.
Ada ironi yang menarik di sini: saya mengajar marketing — ilmu tentang bagaimana membuat orang lain mengenal, percaya, dan memilih sesuatu. Tapi selama bertahun-tahun, saya melupakan satu hal. Saya juga perlu di-marketing-kan. Ilmu saya perlu punya platform. Pengalaman saya perlu punya suara.
⎯⎯⎯
Jadi saya memutuskan untuk memulai dari awal. Bukan karena tahu perjalanan ini akan mudah. Justru saya tahu ini tidak mudah, tapi saya ingin mencoba.
Langkah pertama saya sederhana: menulis.
Tulisan ini adalah bagian pertama dari perjalanan itu. Bukan untuk membuktikan apa-apa. Tapi untuk mulai menjawab pertanyaan yang selama ini saya tunda: apa yang sebenarnya bisa saya berikan dari semua yang sudah saya pelajari?
Saya ingin ada mahasiswa yang membaca catatan saya dan akhirnya lebih paham cara kerja pasar. Saya ingin ada pemilik UMKM yang baca tulisan saya dan esoknya mencoba satu hal yang berbeda. Saya ingin topik digital marketing, AI for marketing, dan marketing UMKM tidak lagi terasa jauh untuk orang-orang yang baru mulai. Saya ingin menyelasaikan sekolah program doktor sampai selesai, membuat kontribusi kecil dari hasil disertasi.
⎯⎯⎯
Lima belas tahun belajar marketing. Dan baru sekarang saya berani mulai show off.
Mungkin itu bukan keterlambatan. Mungkin itu waktu yang dibutuhkan untuk tahu mengapa saya mau berbagi — bukan hanya apa yang ingin dibagikan.
Tapi satu pertanyaan masih berputar dipikiran saya, seberapa banyak orang yang sudah kita bantu dengan semua yang kita tahu — dan kita tunda untuk bagikan?